Posted by: falest on: J0000009UTC 10, 2008
Sewaktu Q kelas 3 SMK, ada seorang cowok yang suka ama Q, tapi umur kami sangat jauh berbeda dia kelahiran ‘81 sedangkan aku kelahiran ‘88. Memank dia tidak begitu ganteng dan tidak begitu cakep, tapi kepribadiannya sangat baik, dan lembut, dia pandai main gitar, menyanyi, suara sangat bagus, enak tuk di dengar. Pertama saya mengenal dia dari teman dia juga. Letak rumahnya sejauh 0.5 km dari rumah aku. Ya kampungnya bersebelahan…..
Dia datang ke rumah bersama teman-temannya, teman -temannya memang sudah aku kenal tapi tidak begitu kenal dengan nama nama mereka, Aku hanya bisa kenal lewat wajah mereka aja. Kata temannya dia baru datang dari tempat rantau, selama ini dia tidak di kampung, sejenak aku berpikir pantesan aja aku gak pernah liat muka dia. Dan dari hari ke hari dia selalu datang dan mulai PDKT ama aku. Aku sih biasa biasa za, gak lebih, aku menganggap dia tidak lebih dari seorang Kaka kandung.
Seperti biasa kalau Malam Minggu (Sabtu Malam) aku pergi ke Gereja untuk melaksanakan Kebaktian, karena aku anggota remaja di Gereja dan aku salah satu pengurusnya. Aku di Gereja selalu aktif, sehingga aku dipercayakan untuk mengurus Gereja dan sekaligus menghimpun Remaja Gereja. Pernah saat dia belum tahu kebiasaan aku kalau Sabtu Malam itu gimana, dia datang ke rumah, dan dia tidak melihat aku ada di rumah, dan dia bertanya pada adik aku no. 2 karena dia yang menjaga warung, dan adik aku berkata, kalau setiap Sabtu Malam dia itu ke Gereja untuk Kebaktian. Dan sewaktu mau pulang, biasanya jam pulang dari Geraja adalah pukul 22.00 Wib. Aku biasa di antar oleh teman-teman kalau tidak pulang sendiri. Tapi saat dia mulai PDKT aku tidak pernah pulang sendiri, dia selalu ada di Gerbang Pintu Masuk Gereja menunggu aku, padahal aku tidak pernah bilang untuk di jemput atau apa gitu. Ya … mu apa dikata, untuk menghargai pengorbanan dia aku dan dia bareng pulang. Selama di perjalan dia bercerita banyak banget. Dia bercerita kehidupan dia selama di kampung, dan kehidupan dia selama di tempat rantau dan alasan dia pulang ke kampung.
Ya aku menanggapinya biasa biasa za, karena aku tahu maksud dari cara dia menceritakan semuanya, itu supaya aku itu bisa kagum dan merasa terkesan ama dia. Dan kejadian antar jemput itu terjadi selama kurang lebih 2 bulan, karena tepat pada bulan Oktober 2006 kalau tak salah, dia ingin pergi lagi merantau, dan dia minta doa restu ama aku, ywdah kalau hanya doa, Q mendoakan dia seikhlas hatiku semoga dia selamat di perjalanan dan berhasil di sana.
Tapi dia menganggap apa yang aku perbuat selama ini sama dia, bahwa kalau aku itu juga suka ama dia, padahal sebenarnya tidak aku menggap dia tidak lebih dari seorang Kaka.
Bulan Desember pun tiba, Bulan yang penuh dengan Sukacita karena kami anggota remaja merayakan Hari Natal, dan pada bulan itu Mantan aku yang bernama Jhon kembali dari tempat rantau, sejak kedatangannya aku merasa bahagia sekali, walaupun dia bukan pacar aku lagi. Tapi yang membuat aku paling bahagia dan seolah aku itu masi punya harapan ama dia. Dan dugaan aku memank benar sampai di rumah dia cerita cerita kisahnya sewaktu di tempat rantau. Dan ujung ujungnya dia menytakan Cintanya untuk yang kedua kalinya. Dan aku merasa bahagia banget. Karena apa yang aku harapkan dan aku nantikan selama ini akhirnya ada Jawabannya juga.
Dan Kekasih yang dulu hilang kini telah kembali datang. Dan pada saat itu berselang tiga hari Orang yang PDKT ama Q kembali datang lagi. Berhubung karena Suasana Natal, jadi Aku pergi ke gereja, dan di temani Jhon, dia slalu antar aku pulang. Dan saat dia ngantarin aku pulang di tengah perjalan aku dan Jhon ketemu dengan orang yang PDKT (Ando) dan Ando menyapa aku, karena aku tak ada hubungan apa apa dengan Ando. Tapi di dalam hati dan pikiran Ando bertolak belakang dengan apa yang pikirkan. Dia menganggap kalau selama ini aku suka dan Cinta ama dia. Dan saat dia melihat aku pulang dengan Jhon dia menyapa, dia berkata begini :”Mega dari mana?” dan aku menjawab :”Aku dari Gereja” dan dia bertanya lagi :”Truss skarang mau kemana?” dan aku menjawab :”Mau pulang.” Dan dia berkata :”Aku antar ya?” tapi aku menjawab :”Aku diantar ama Jhon.” dan Ando menjawab :”Ywdah, Hati hati ya!” Dan aku dan Jhon pulang bersama ke rumah. Di tengah perjalanan Jhon bertanya seberapa dalam persahabatan aku dengan Ando, dan aku menjawab, aku tak ada perasaan apa apa, dianya aja yang terlalu sensi, karena aku baek sama dia dan dia menanggapi kalau aku itu membalas apa yang dia rasakan terhadap aku. Dan Jhon menjawab ooo.. tidak lebih ya… tidak saya jawab. Dan Jhon bertanya lagi apakah dia pernah menyatakan Isi Hatinya kepada kamu? Dan aku menjawab tidak, tapi sewaktu kamu masi di tempat rantau dia selalu menemani aku sewaktu mau Kebaktian ke Gereja dan dia selalu antar jemput aku, sama seperti apa yang pernah kamu lakukan terhadap aku. Tapi menganggap dia itu tidak lebih dari seorang Kaka, lagian seandainya dia menyatakan apa Isi Hatinya terhadap aku, aku akan menolak, karena umur ku dengan dia sangat jauh berbeda.
Dan sampai saat aku menyelesaikan sekolah aku di SMK, aku ingin melanjutkan Kuliah, tapi Orang tua seperti tidak sanggup dan akhirnya aku memutuskan untuk mencari kerja dia Kota. Dan ternyata Tuhan itu baik, aku mendapat pekerjaan, yaitu menjaga Warnet keluarga, ya … lumayan lah untuk membantu orang tua untuk membiayai kebutuhan sekolah adek adek aku.
Selama setahun lebih aku bekerja di Warnet di Medhan, aku mulai jenuh karena tidak ada perkembangan. Setiap hari waktu aku hanya abis di Warnet, tidak pernah menikmati suasana refreshing gitu. Dan pada bulan Desember 2007 aku memutuskan untuk tidak kerja lagi di tempat itu. Selama aku di Medhan, Jhon kerja di Dumai, tapi komunikasi kami selalu lancar, walau pun selalu bertengkar dan bertengkar, tapi masi ada rasa sayang itu.
Dan sewaktu pulang ke Kampung, Jhon juga pulang kampung. Dan selama sebulan kami jalan bareng dan aku bilang sama dia kalau aku tidak di Medhan lagi, karena orang tua menyuruh aku ke Jakarta dengan Keluarga. Dan Jhon bilang ywdah, Aku juga punya rencana mu kerja disana. Aku sangat bahagia karena dia mengijinkan aku ke Jakarta dan dia juga punya rencana yang sama.